Keramas Tidak Membatalkan Puasa Asalkan Syarat Ini Harus Terpenuhi

- 14 Maret 2024, 06:05 WIB
Catat syarat yang harus dipenuhi agar keramas tidak membatalkan puasa.
Catat syarat yang harus dipenuhi agar keramas tidak membatalkan puasa. /pexels.com/pixabay/

MalangTerkini.com – Keramas tidak akan membatalkan puasa, namun ada syarat-syarat yang harus terpenuhi yang harus diketahui oleh umat muslim.

Keramas bagi umat muslim adalah hal yang lumrah dilakukan meski saat itu dia sedang puasa, namun ada hal yang dapat membatalkan puasanya jika saat keramas ada syarat yang tak terpenuhi.

Keramas saat puasa niscaya masih akan diterima pahalanya oleh Allah SWT apabila dia sudah memenuhi syarat yang harus dipatuhi saat mencuci rambut.

Baca Juga: Apakah Boleh Sikat Gigi Saat Puasa? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Waktu Aman untuk Melakukannya

Bolehkah Keramas Saat Puasa?

Pertanyaan ini sangat penting untuk dipahami oleh setiap umat Islam agar dapat berpuasa sesuai syariat dan terhindar dari makruh atau batalnya puasa. Mengenai mencuci rambut saat Ramadhan, terdapat berbagai pendapat ulama dan referensi agama yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam.

Sebagian umat Islam masih ragu untuk keramas saat berpuasa karena khawatir akan membatalkan ibadah tersebut.

Hukum mencuci rambut di bulan suci Ramadhan diperbolehkan dalam Islam dengan syarat tertentu, simak syarat yang dimaksudkan ini dengan benar.

Syarat Keramas Tidak Membatalkan Puasa

Mencuci rambut tidak akan membatalkan puasa asalkan dengan syarat yaitu air tidak masuk ke dalam tubuh, apalagi saat mandi.

Dalam Islam sendiri, mandi dan keramas saat puasa diperbolehkan. Artinya diperbolehkan walaupun dilakukan pada siang hari. Namun dengan syarat air tersebut tidak masuk ke dalam tubuh melalui bukaan alami tubuh seperti hidung, mulut, telinga, anus, dan organ lainnya.

Larangan makan, minum, dan persetubuhan sebenarnya mempunyai arti yang luas, yaitu tidak boleh ada benda lain yang masuk ke dalam tubuh orang berpuasa melalui bukaan alam.

Sementara untuk wudhu dan mandi sebelum sholat Jumat, meskipun air tidak sengaja masuk ke dalam tubuh, puasanya tetap sah karena diperbolehkan atau disebut dengan marfu.

Puasa sederhananya adalah amalan pantang melakukan segala sesuatu yang tidak patut, termasuk makan, minum, dan berhubungan intim sejak terbitnya Sadiq (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib).

Sahabat Nabi Anas bin Malik juga mandi dan keramas di siang hari saat berpuasa seperti dikisahkan dalam Hadist Rasul Bukhari bahwa Anas memiliki kolam air dan berendam di dalamnya saat ia sedang menjalankan ibadah puasa.
Hadits lainnya seperti Hadits Rasul Ahmad mengisahkan bahwa Abdullah bin Umar, juga melakukan hal yang sama. Ia meletakkan handuk basah di kepalanya untuk mendinginkannya dari cuaca panas, hal ini dilakukan bahkan pada siang hari selama bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad SAW. Pun pernah menuangkan air ke kepalanya di hadapan teman-temannya karena panas meskipun Nabi berpuasa.

Waktu Tepat untuk Keramas

Kapan waktu terbaik mencuci rambut saat puasa? Simak beberapa waktu keramas yang sebaiknya dilakukan saat berpuasa:

1. Sebelum Subuh (sebelum memulai puasa)
Hal ini memberikan kesempatan untuk keramas tanpa ada resiko batal puasa

2. Habis Puasa (setelah Maghrib)
Setelah Maghrib bisa mandi atau keramas tanpa perlu khawatir untuk resiko batal berpuasa

Inilah tata cara keramas saat puasa yang perlu di ketahui dan harus diperhatikan umat Islam saat agar ibadah puasa tidak terganggu.***

Editor: Ratna Dwi Mayasari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah