Jangan Disepelekan! Ini Daftar Dampak Negatif dari Penggunaan Tisu Kertas

- 24 Maret 2024, 20:09 WIB
Tisu Kertas
Tisu Kertas /Pixabay/13275/

MalangTerkini.com - Penggunaan tisu kertas, meskipun praktis, memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan. Produksi tisu kertas menyebabkan kerusakan pada hutan dan planet, berkontribusi pada deforestasi yang menghancurkan habitat satwa liar dan mengurangi keanekaragaman hayati. Proses produksinya juga membutuhkan banyak air dan energi, serta menghasilkan gas rumah kaca dan polutan lainnya.

Selain itu, tisu kertas merupakan produk sekali pakai, yang berarti tidak dapat digunakan kembali dan berkontribusi pada limbah. Menurut Natural Resources Defense Council, kertas menyumbang lebih dari seperempat semua limbah yang ditemukan di tempat pembuangan sampah.

Pembuatan tisu kertas menggunakan bahan baku pulp murni, yang berarti memerlukan penebangan pohon. Penggunaan alternatif seperti kertas daur ulang atau serat bambu dapat mengurangi dampak lingkungan.

Proses produksi tisu kertas melibatkan penggunaan bahan kimia, termasuk pemutih klorin dan agen pelembut. Bahan kimia ini dapat mencemari badan air lokal.

Selain itu, beberapa tisu toilet daur ulang mungkin mengandung jumlah jejak bisphenol A (BPA), bahan kimia yang telah dikaitkan dengan masalah kesehatan.

Pengemasan tisu kertas sering kali menggunakan material yang tidak dapat didaur ulang, meningkatkan limbah plastik.

Untuk mengurangi dampak negatif ini, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih berkelanjutan, seperti menggunakan produk kertas daur ulang, mengurangi konsumsi secara keseluruhan, dan mendukung merek yang menggunakan metode produksi yang lebih ramah lingkungan.***

Editor: Amalia Citra Novianantya


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah