Pj Gubernur Jatim Resmikan Tanggul Sungai Mujur Candipuro dan Tinjau Daerah Bencana Longsor Pronojiwo

- 10 Juni 2024, 07:20 WIB
Tanggul sungai Mujur Candipuro diresmikan Pj Gubernur Jatim dan tinjau daerah bencana di desa Pronojiwo.
Tanggul sungai Mujur Candipuro diresmikan Pj Gubernur Jatim dan tinjau daerah bencana di desa Pronojiwo. /web.bpbd.jatimprov.go.id/

MalangTerkini.com – Tanggul sungai dan jembatan Mujur selesai dibangun, telah diresmikan oleh Pj Gubernur untuk dapat dipergunakan kembali sebagai penahan jika banjir lahar dingin Gunung Semeru Kabupaten Lumajang kembali terjadi.

Pada 18 April 2024 lalu tanggul sungai Mujur jebol termasuk jembatan Mujur II Kloposawit di Kecamatan Candipuro sehingga desa yang terdampak banjir lahar dingin semakin luas. Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono memberikan apresiasi sebab pembangunan jembatan Mujur dan tanggul ini lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan.

Dalam peresmian Pj Gubernur didampingi oleh Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, dan Forkopimda setempat, berlangsung pada hari Sabtu, 8 Juni 2024.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi: Jalur Lumajang Malang Putus Akibat Longsor dan Banjir Lahar Dingin, Cek Jalur Alternatif

Dalam sambutannya, Pj Gubernur juga mengatakan sesuai dengan janjinya sebelumnya, setelah peresmian dilakukan pula peninjauan ke lokasi bencana yang terjadi pada bulan April lalu ke area bencana longsor di Desa Pronojiwo.

Seperti dikutip dari laman resmi BPBD Pemprov Jatim, jebolnya tanggul sungai dan jembatan Mujur ini merupakan pekerjaan rumah yang harus segera ditangani oleh Pemerintah sebab menimbulkan dampak yang luar biasa untuk masyarakat sekitar.

Pembangunan kembali tanggul tersebut mendapatkan apresiasi sebab sebelumnya tenggat waktu yang disepakati adalah 2 bulan, ternyata tidak sampai 2 bulan atau tepatnya 1 bulan lebih 3 minggu tanggul dan jembatan ini selesai dibangun.

Pj Gubernur Jatim Sambangi Desa Candipuro dan Pronojiwo

Pj Gubernur Jatim juga melakukan peninjauan kepada daerah longsor di Dusun Supit yang masuk di daerah desa Puronojiwo. Dalam peristiwa longsor ini memakan korban jiwa sebanyak 3 orang meninggal dunia dan 1 orang korban masih hilang belum diketemukan.

Pencarian korban masih terus dilakukan, semua kekuatan dan personel terus dikerahkan diharapkan korban bisa diketemukan serta bisa membuat tenang keluaga korban. Tim Basarnas, Polri, TNI, BPBD, para relawan dan Tagana dikerahkan untuk menemukan korban. Termasuk alat-alat berat diturunkan berupa 5 unit excavator dan satu anjing pelacak untuk mencari korban.

Halaman:

Editor: Ratna Dwi Mayasari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah