Jukir Kayutangan Pulang Tak Bawa Uang! Pembayaran Pakai QRIS, Juru Parkir Terima Gaji dari Pemkot Malang

- 22 Mei 2024, 07:00 WIB
Juru parkir Kayutangan kota Malang sebentar lagi saat pulang tidak membawa uang sebab pembayaran memakai QRIS dan menerima gaji dari Pemkot.
Juru parkir Kayutangan kota Malang sebentar lagi saat pulang tidak membawa uang sebab pembayaran memakai QRIS dan menerima gaji dari Pemkot. /Instagram @dishubmalangkota/

MalangTerkini.com – Salah satu dampak dari penataan parkir daerah Kayutangan di kota Malang adalah Juru Parkir (Jukir) tidak akan menerima uang tunai dan pulang tidak membawa uang, sebab semua pembayaran dilakukan menggunakan scan QRIS.

Sebentar lagi akan segera diberlakukan pembayaran parkir di daerah Kayutangan menggunakan QRIS, sehingga secara otomatis pembayaran langsung diterima oleh pihak Pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Malang. Meski metode pembayaran ini masih mengundang pro kontra bagi sebagian kalangan masyarakat, namun Kepala Dinas Perhubungan, Widjaja Saleh Putra menegaskan hal ini harus segera dilakukan.

Bahkan Kayutangan akan menjadi role model pengaturan parkir di kota Malang dengan sistem pembayaran online. Sehingga para juru parkir atau Jukir hanya bertugas untuk mengatur jalan dan perparkiran saja sambil membawa mesin QRIS. Para pengguna parkir tinggal scan barcode dan melakukan pembayaran secara online.

Baca Juga: Berapa Gaji Jukir di Kayutangan Kota Malang? Dishub Akan Terapkan Parkir Non Tunai, Segini Bayarannya

Pihak Dinas Perhubungan masih harus banyak berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait perwujudan wacana tersebut, terutama dengan para juru parkir yang bersangkutan langsung dengan penerapan metode pembayaran non tunai ini.

Jukir di Kayutangan Kota Malang Akan Terima Gaji

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan pada media, 21 Mei 2024 di Malang bahwa mekanisme penggajian para petugas yang mengatur di kawasan ini akan ditetapkan setelah terjadi kesepakatan dengan mereka.

Hal yang pasti adalah jika biasanya setiap juru parkir pulang membawa uang, namun dengan penerapan mekanisme pembayaran non tunai ini mereka hanya mengatur saja, kemudian menerima gaji.

“Kalau dulu pulang membawa duit, kalau kali ini tidak boleh bawa duit,” ucap Widjaja.

Penetapannya apakah juru parkir ini akan dibayar setiap bulan, minggu ataupun harian nanti akan disesuaikan dengan kesepakatan antara Pemkot melalui Dinas Perhubungan dengan para petugas parkir di sana.

Halaman:

Editor: Ratna Dwi Mayasari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah