Kabar Terbaru Kasus Perampokan dan Pembunuhan di Pakis Kabupaten Malang, Motif Kejahatan Terungkap

- 4 April 2024, 14:10 WIB
Polisi update kasus perampokan dan pembunuhan di Pakis, Kabupaten Malang.
Polisi update kasus perampokan dan pembunuhan di Pakis, Kabupaten Malang. /Instagram/@polresmalang_polisiadem/

MalangTerkini.com - Polres Malang mengunggah kabar terbaru kasus perampokan dan pembunuhan yang terjadi di Pakis, Kabupaten Malang.

Lewat unggahan konferensi pers pada Rabu, 3 April 2024, Polres Malang mengungkap motif kejahatan tersebut dan ancaman hukuman untuk pelaku.

Selain itu, setelah melalui proses penyidikan, status terduga pelaku sudah berubah menjadi tersangka.

Sebelumnya, pengamanan tersangka sudah dilakukan sejak Senin, 1 April 2024 setelah menjadi buron selama 9 hari.

Baca Juga: Tanah Depan Alfamart Letjen Sutoyo Malang Amblas, Mobil Xpander Nyaris Terperosok Berhasil Dievakuasi

Tersangka merupakan dua orang kakak beradik berinisial MWH (29) dan MIF (28) yang merupakan warga Dusun Wendit Timur, Desa Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang.

Dalam aksi kejahatan yang terjadi pada 22 Maret 2024 tersebut korban A kehilangan nyawa dan kakaknya E mengalami luka luka.

Tersangka juga disebut berhasil membawa kabur uang sebesar Rp700.000 dan 1 ponsel milik korban.

Pihak kepolisian mengungkap motif kedua tersangka melakukan aksi kejahatan tersebut adalah karena butuh untuk membayar hutang dan biaya menikah.

Imam selaku perwakilan Polres Malang dalam konferensi pers tersebut menyebut kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis.

"Penyidik menerapkan pasal berlapis dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup," kata Imam dikutip MalangTerkini.com dari Instagram @polresmalang_polisiadem, 4 April 2024.

Kronologi kejadian
Kejadian perampokan dan pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 saat waktu terawih atau sekitar pukul 19.13 WIB.

Korban merupakan 2 orang lansia yang beralamat di Jalan Anggodo, MAngliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Warga baru mengetahui aksi kejahatan tersebut setelah E yang menjadi salah satu korban berteriak dengan keadaan wajah terluka.

E juga meminta tetangganya mengecek sang adik berinisial A di kamar yang terletak di belakang.

Saat warga mendatangi kamarnya, A disebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan pisau masih tertancap di antara tulang leher dan tulang pundak.

Kemudian E disebut mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

Sedangkan tersangka kasus perampokan dan pembunuhan di Pakis, Kabupaten Malang tersebut berhasil dibekuk polisi pada Senin, 1 April 2024. ***

Editor: Rima Puspitasari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah